Ayo, ngeBlog Sepak Bola Dunia Di Sepak-Bola.net
Bola Dunia Techno Surabaya News

Woodgate
Rapuhnya fisik Jonathan Woodgate sudah jadi cerita usang. Ia sudah lama bertahan di lapangan dan sejak musim lalu menjadi pilar utama di barisan belakang Tottenham Hotspur. Ia juga pahlawan di akhir Februari.
Woodgate pernah sangat ringkih ketika dibeli Real Madrid di tahun 2004 dalam kondisi cedera dari Leeds United. Sialnya, ia tak kunjung pulih di Spanyol dan bolak-balik masuk ruang perawatan. Selama dua tahun bekerja di Santiago Bernabeu, ia tercatat hanya sembilan kali tampil di La Liga.
Puncak masa kelam pria kelahiran 22 Januari 1980 ini adalah saat dinobatkan sebagai pembelian terburuk di abad 21 oleh pembaca situs koran olahraga terbesar di Spanyol, marca.com.
Uniknya, begitu dipinjamkan ke Middlesbrough di musim panas 2006, dan dikontrak permanen di musim berikutnya, Woodgate malah stabil. Ia bermain konsisten dan jarang cedera lagi. Tottenham Hotspur pun merasa yakin untuk menggaetnya dan sejak Januari 2008 ia pun berbaju The Lilywhites.
Di klub London utara itu Woodgate cepat beradaptasi. Dasarnya punya kemampuan tinggi, ia menjadi figur pengganti yang sangat pas buat Ledley King yang terus diganggu cedera. Dengan cepat pula pelatih kala itu, Juande Ramos, mengangkatnya sebagai deputi kapten setelah King dan Robbie Keane.
Hebatnya, di pertandingan kelimanya bersama Spurs, Woodgate langsung memberi kontribusi sangat besar buat timnya. Di final Piala Carling 24 Februari 2008, ia menjadi pahlawan penentu kemenangan Spurs untuk meraih trofi pertama dalam sembilan tahun.
Di menit keempat babak tambahan, ia menyundul masuk bola free kick Jermain Jenas. Gol tersebut membuat skor berubah 2-1, dan Spurs pun tampil sebagai pemenang.
Setahun kemudian, tepatnya dinihari tadi, Selasa (24/2/2009) WIB, Woodgate kembali menjadi pahlawan. Lagi-lagi di masa krusial, ia mencetak gol penentu kemenangan timnya. Di menit 85, lagi-lagi lewat sundulan, Woodgate menyundul masuk bola lambung Benoit-Assou Ekotto.
Gol buatannya itu membuat Spurs unggul 2-1 dan skor bertahan hingga pertandingan selesai. Efeknya, skuad Harry Redknapp sedikit menjauhi zona degradasi. Sebuah aksi heroik dari seorang pemain yang sudah 50 kali tampil membela klubnya itu, dari seorang pemain yang tubuhnya sudah mulai tak diganggu oleh masalah cedera lagi.
Leave a reply