Mourinho

Mourinho

Saat bergabung dengan Chelsea usai mengantar Porto jadi juara Eropa, Jose Mourinho menyebut dirinya spesial. Tapi sudah 4,5 tahun berlalu dan Mourinho kini ada di Seri A Italia, di mana tak ada yang lebih spesial ketimbang yang lain.

Pandangan itu dilontarkan oleh Presiden Lega Calcio Antonio Matarrese yang menilai bahwa Mourinho tak boleh merasa dirinya lebih istimewa dibandingkan jajaran pelatih-pelatih lainnya di Italia.

Ucapan Matarrese sendiri dia keluarkan menyusul kartu merah yang diterima Mourinho dalam kemenangan 1-0 Inter Milan atas Sampdoria. Saat itu sang allenatore disebut-sebut mengeluarkan kata-kata kurang mengenakkan buat si pengadil lapangan.

“Seseorang di antara para pelatih harus sadar kita ada di Italia,” lugas Matarrese di Channel 4.

“Mourinho ada di Italia dan saat dia membuat kesalahan, seperti semua orang Italia lainnya, dia harus membayarnya. Tak ada kekebalan dalam sepakbola Italia,” lanjut dia tegas.

Maka, kalau dulu Mourinho pernah mengatakan, ‘jangan sebut saya arogan, tapi saya adalah juara Eropa dan saya pikir saya adalah sosok spesial’ –yang membuat dia lantas dijuluki ‘Special One‘–, dia kini diminta melupakan kespesialannya.

“Tiada yang ‘spesial’ di Seri A, semua di sini ada pada level yang sama,” sergah Matarrese.